Sekda Sumbawa Kagumi- 5000 Warga Plampang Tumpah Rua Turun Jalan Pawai Budaya dengan berbagai Suguhan Tema,dan ini adalah bentuk dukungan Masyarakat dalam pelestarian budaya lokal Samawa.

FAKTANTB.ID,SUMBAWA BESAR,21 September 2026.
Dalam rangka melistarikan budaya lokal Samawa Penggerak Seni dan budaya kecamatan Plampang menggelar Pestival akbar yang dari awal ditetapkan sebagai agenda tahunan, Pestival Samawa Malanti Budaya (SAMBA) ditetapkan setiap Bulan September.Tahun 2026 ini digelar dengan tema”Tu Sakoat Ke Tu Sakuat Adat Budaya Tana Samawa”.



—Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP, menghadiri sekaligus membuka Festival SAMBA (Samawa Malanti Budaya) XV Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Maras Gamporo, Kecamatan Plampang, Sabtu (19/9/2026)
Dalam sambutannya, Sekda yang akrab disapa Doktor Budi, menegaskan bahwa Festival SAMBA menjadi momentum penting untuk menjaga keberlangsungan seni, tradisi, dan budaya Samawa agar tetap hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Menurutnya, kebudayaan daerah bukan hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat Samawa, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap daerah.
“Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, nilai-nilai budaya Samawa harus terus dikenalkan, dipelihara, dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Sumbawa,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Sekda, festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya Samawa. Selain sebagai ajang pelestarian tradisi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan mewariskan warisan budaya daerah.

Kabar Foto; Sekda Dr.H.Budi Prasetyo,S.Sos.M A P didampingi Pemilik keris samba
L. AKHDIYAT FAHMI, S.Psi. Saat Menancapkan Kris Samba Sebagai Tanda di Mualainya Pestival Samba.
Dengan semangat pelestarian budaya, Festival SAMBA XV diharapkan terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengambil bagian dalam menjaga budaya Samawa di tengah perkembangan zaman.(FN)






