Pelestarian Alam dan Budaya Berjalan Beriringan
FAKTANTB.ID — SUMBAWA BESAR, | 18 September 2026
Suasana semarak menyelimuti Kecamatan Buer, Kamis 17 September 2026, saat Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, secara resmi membuka Festival Ai Mangkung. Perhelatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan pernyataan tegas: menjaga alam dan melestarikan budaya Tau Samawa adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.


Panggung acara pun dipenuhi keindahan: tarian khas, pertunjukan Sakeco, hingga penampilan sanggar seni yang menghidupkan kembali kisah dan pesan luhur Ai Mangkung. Warga dari berbagai penjuru hadir, menyaksikan budaya mereka tampil dengan bangga.

Alam dan Budaya Tak Bisa Dipisahkan

“Ini bukan hanya tentang kisah aliran sungai yang memberi kehidupan. Kita diingatkan: alam dan air harus dijaga, dan beriringan dengan itu, adat serta budaya leluhur juga harus terus lestari.”
Semangat ini, kata Bupati, sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari — menjaga hutan, merawat sumber air, sekaligus mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan pembangunan.
Lebih dari itu, Bupati menekankan bahwa desa adalah jantung kebudayaan. Di desa, tradisi tetap hidup, kesenian tumbuh, dan identitas bangsa berakar. Festival Ai Mangkung membuktikan bahwa masyarakat mampu memelihara warisan leluhur sekaligus mengembangkannya untuk masa depan.


Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara tahunan semata. Lebih dari itu, menjadi ruang hidup bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, mencintai budaya, dan menghayati pesan: menjaga alam sama dengan menjaga diri sendiri. Kisah Ai Mangkung mengalir, dan semangatnya tak akan surut.(FN)
FaktaNTB — Berita Terkini, Cepat & Terpercaya






