DOMPU FAKTANTB.ID | (01 September 2026)
–Seorang anak berusia tiga tahun berinisial ABIZAR menjadi korban serangan anjing yang diduga terjangkit rabies di Dusun Anamina, Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang bermain seorang diri di emperan rumah. Seekor anjing berwarna putih tiba-tiba datang dan menyerang korban hingga mengalami luka sobek pada bagian kepala.
Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.Ip., M.H., yang dikonfirmasi Selasa (1/8/2026) membenarkan perihal insiden tersebut. Ia mengatakan korban langsung mendapat pertolongan warga dan dibawa ke Puskesmas Soriutu untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anjing tersebut tiba-tiba menyerang dan menggigit korban hingga terseret sekitar tiga meter. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Soriutu untuk mendapatkan perawatan,” jelas IPTU Zainal.
Setelah laporan diterima, Personel langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sementara itu, warga melakukan pencarian terhadap anjing tersebut. Sekitar pukul 10.35 WITA, hewan yang diduga menyerang korban ditemukan dan kemudian dibunuh oleh warga.
Korban menjalani pemeriksaan dan perawatan medis sebelum diperbolehkan pulang sekitar pukul 11.40 WITA untuk menjalani rawat jalan. Polisi mengingatkan keluarga korban agar mengikuti seluruh arahan tenaga kesehatan terkait penanganan lanjutan akibat gigitan hewan.
Polsek Manggelewa juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, serta instansi terkait untuk mengantisipasi keberadaan anjing liar yang berpotensi membahayakan warga.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak. Jika menemukan anjing liar yang agresif atau menunjukkan perilaku mencurigakan, jangan menangani sendiri dan segera laporkan kepada pihak berwenang atau instansi terkait,” imbaunya.
Kepolisian mengajak masyarakat segera melaporkan keberadaan hewan yang diduga terjangkit rabies atau berkeliaran secara agresif di kawasan permukiman. Langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan warga.(FN)






