Momentum Pestival Samba GERMAS Dikempanyekan Targetkan Bebas Stunting

FAKTANTB.ID,SUMBAWA BESAR | 21 September 2026.
-Puskesmas Plampang menorehkan aksi simpatik dalam memeriahkan gelaran Pawai Budaya “Festival Samba 2026” yang berlangsung meriah di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Tidak sekadar berparade, rombongan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Plampang tampil mencuri perhatian dengan mengusung tema filosofis lokal “Ngasak Rame” atau tradisi panen padi bersama, yang dikolaborasikan dengan pesan-pesan kesehatan masyarakat.
Dalam pawai tersebut, replika dan simbolisasi panen raya dipadukan secara kreatif dengan seruan kencang mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta komitmen percepatan penurunan stunting. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata puskesmas dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus mewujudkan generasi Plampang yang sehat dan bebas dari stunting.
Berdasarkan data pemantauan terbaru per Agustus 2026, angka stunting pada balita di wilayah Kecamatan Plampang saat ini berada di kisaran 15 persen. Pihak puskesmas optimistis, lewat intervensi yang gencar dan kolaborasi lintas sektor, angka ini dapat terus ditekan secara signifikan.
Kepala Puskesmas Plampang, Rusli Sarif, S.KM, menyatakan bahwa tema “Ngasak Rame” sengaja dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan pemenuhan gizi keluarga dari hasil bumi sendiri.
“Melalui filosofi Ngasak Rame atau panen bersama ini, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa ketahanan pangan yang kuat di tingkat keluarga adalah fondasi utama dalam mencegah stunting. Saat ini angka stunting kita berada di angka 15 persen. Kami optimis, dengan gotong royong dan pemanfaatan hasil pertanian lokal yang kaya gizi untuk anak-anak kita, target Plampang bebas stunting bisa segera kita capai,” tegas Rusli.
Sepanjang rute pawai, barisan Puskesmas Plampang aktif berinteraksi dengan warga yang memadati pinggir jalan. Mereka membagikan pesan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat lewat instrumen Germas, seperti rutin beraktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi pangan lokal berprotein tinggi hasil panen sendiri.
Isu stunting memang menjadi salah satu fokus nasional yang terus ditekan oleh pemerintah daerah. Melalui momentum pesta budaya Festival Samba 2026 ini, pesan edukasi yang biasanya disampaikan di ruang periksa klinis kini dikemas secara menarik lewat seni dan budaya agar lebih melekat dan mengedukasi hati masyarakat luas.
Pihak Puskesmas Plampang berharap, sinergi antara pemeliharaan tradisi budaya lokal dan kesadaran kesehatan ini mampu memicu semangat warga Kecamatan Plampang untuk saling menjaga tumbuh kembang anak, mengoptimalkan pangan lokal, dan bersama-sama memutus mata rantai stunting demi masa depan Sumbawa yang gemilang.(FN)





