Sumbawa Besar, faktantb.id/
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rakor 3W serta Launching Empat Proyek Perubahan, bertempat di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Turut hadir para kepala perangkat daerah, pejabat administrator, serta peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026.
Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mewujudkan target pembangunan Kabupaten Sumbawa.
Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk menemukan solusi bersama serta meningkatkan kinerja perangkat daerah dalam mencapai sasaran pembangunan.
Beliau menjelaskan bahwa agenda evaluasi meliputi capaian kinerja perangkat daerah pada Semester I Tahun 2026, evaluasi penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) Tahun 2027, evaluasi penyusunan Perubahan Renja-PD Tahun 2026, identifikasi berbagai permasalahan dan hambatan yang dihadapi perangkat daerah, hingga perumusan strategi dan langkah-langkah perbaikan.

Menurutnya, melalui evaluasi yang komprehensif, objektif, dan kolaboratif diharapkan dapat terwujud perangkat daerah yang semakin akuntabel serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sumbawa Tahun 2025–2029 yang berfokus pada penguatan fondasi transformasi pembangunan daerah melalui lima prioritas utama, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil, berkarakter, dan berdaya saing; penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berbasis potensi unggulan; pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan mendukung konektivitas wilayah; pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan; serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kelima prioritas tersebut menjadi landasan seluruh perangkat daerah dalam menyusun serta melaksanakan program pembangunan. Evaluasi pelaksanaannya dilakukan melalui sistem E-DALEV hingga Semester I Tahun 2026 sebagai instrumen pengendalian pembangunan daerah.
Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut sebagai forum penting untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah.
Bupati menegaskan bahwa setiap target pembangunan harus terus ditinjau dan dievaluasi agar benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Target-target pembangunan harus terus kita review. Pemerintah tidak akan keberatan mengalokasikan anggaran untuk program yang memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Bupati.
Beliau juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarperangkat daerah serta kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar target pembangunan dapat dicapai secara optimal.
Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan dengan mengucapkan:
“Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rakor 3W dan Launching Empat Proyek Perubahan secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Momentum tersebut juga ditandai dengan Launching Empat Proyek Perubahan hasil inovasi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan berbasis inovasi.
Empat proyek perubahan yang diluncurkan meliputi:
RCI (Resilience Cascade Intelligence) oleh Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sumbawa, yaitu sistem tata kelola perencanaan dan penganggaran yang resilien melalui integrasi perencanaan, penganggaran, pengukuran kinerja berbasis data, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan pembangunan yang lebih efektif, adaptif, dan tepat sasaran.
JARIMU (Jaringan Integrasi Manajemen Unggul) oleh Asisten Administrasi Umum, sebagai inovasi yang memperkuat integrasi proses bisnis pemerintahan serta koordinasi lintas perangkat daerah guna meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Talenta ASN oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, yang berfokus pada penguatan implementasi sistem merit untuk menciptakan aparatur sipil negara yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berdaya saing.
SRIAS (Sumbawa Risk Intelligence and Integrated Assurance System) oleh Inspektur Kabupaten Sumbawa, yaitu sistem pengawasan daerah berbasis manajemen risiko yang bertujuan memperkuat pengendalian internal, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini beserta peluncuran berbagai inovasi strategis, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, kolaboratif, dan inovatif dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah, yakni “Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, dengan semangat Perencanaan Berkualitas, Tata Kelola Terintegrasi, ASN Unggul Berdaya Saing, dan Pengawasan Berintegritas.(ZS)












