Balai Jalan Akui Kekurangan: Telat Bayar, Dua Bulan Tidak Disiram
FAKTANTB.ID, SUMBAWA BESAR | 28 September 2026 — Suasana tegang menyelimuti ruas Jalan Sultan Kaharuddin, tepatnya di depan RSUD Sumbawa, Dusun Sering Ai Mata, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Senin (28/9). Warga terpaksa menutup akses jalan sebagai bentuk protes keras atas debu pekat dan genangan air yang tak kunjung tertangani akibat pekerjaan peningkatan jalan.
Pemblokiran akhirnya dibuka setelah tangki pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk menyiram jalan yang berdebu — menjadi syarat utama yang diajukan warga agar akses kembali dilalui.

Warga Mengambil Langkah Tegas
Keluhan warga sudah terpendam lama. Kepulan debu yang setiap hari mengganggu pernapasan, mengotori rumah, dan mengganggu aktivitas warga. Bahkan, warga sendiri sempat mengeluarkan biaya untuk menyiram jalan secara mandiri saat ada kegiatan di lingkungannya.
“Kami bayar mandiri penyiraman karena ada acara warga,” ungkap Warga Rado.
Warga menyebut jalan tersebut nyaris dua bulan tidak disiram sama sekali. Keterlambatan penanganan inilah yang memicu kemarahan warga hingga jalan akhirnya diblokir.

Balai Jalan Datang, Akui Kekurangan
Merespons situasi tersebut, Kepala UPTD Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Mustafa, S.T., M.T., M.T., langsung turun ke lokasi berdiskusi bersama warga, didampingi Pemerintah Desa Kerato dan pihak Polres Sumbawa.
Secara terbuka, Mustafa mengakui adanya kekurangan.
“Dua bulan tidak disiram menurut warga, kami akui. Dari sisi kelemahan kami soal debu, anggarannya di APBD Perubahan — kami telat bayar penyiraman,” ujar Mustafa di lokasi.
Ia berjanji penyiraman akan dilakukan setiap hari mulai saat ini. Masalah frekuensi yang tertinggal akan dikoordinasikan langsung dengan Bupati Sumbawa agar segera tertangani.
Selain debu, persoalan genangan air juga sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Buangan air nantinya akan dialirkan menuju Sungai Brang Bara agar tidak menggenang di pinggir jalan.
Pengaspalan Direncanakan Awal Oktober 2026
Warga juga mendapat kepastian soal pengaspalan. Anggaran sedang dipersiapkan melalui APBD Perubahan, dan pekerjaan direncanakan mulai awal Oktober 2026.
“Rencana pengaspalan mudah-mudahan awal Oktober bisa mulai. Sejujurnya, semakin lama diaspal, semakin merugikan semua pihak,” ungkap Mustafa.
Saat ini masih menunggu jadwal produksi AMP (Asphalt Mixing Plant) dari pelaksana — Metro dan Sinar Bali — yang tengah menyelesaikan pekerjaan di lokasi lain.
Disiram, Jalan Kembali Terbuka
Tak lama setelah pertemuan berlangsung, pemadam kebakaran tiba dan menyiram ruas jalan yang menjadi sorotan. Warga pun sepakat membuka blokir.
Mustafa menyambut baik keluhan warga yang disampaikan secara langsung. “Kami bersyukur ada keluhan masyarakat dan bisa bertemu langsung di lapangan. Ini jadi bahan perbaikan kami ke depannya,” pungkasnya.
Semoga janji yang diucapkan terjaga, dan perbaikan jalan ini segera selesai demi kenyamanan seluruh warga.! (FN)











