Dentuman Bambu Dan Api Meluas di Samping Masjid Nur Ilahi, Warga Panik — Damkar Turun Tangan

Peristiwa11 Dilihat

FAKTANTB.ID, SUMBAWA BESAR | 4 Oktober 2026

— Kebakaran lahan kosong di samping Masjid Nur Ilahi, Simpang Sering Ai Mata, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, menimbulkan kepanikan warga, Jumat (4/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Api dengan cepat melalap sejumlah rumpun bambu di lokasi, disertai dentuman bambu yang pecah terbakar, suaranya bagaikan ledakan di tengah kobaran api yang membesar. Warga sekitar pun merasa cemas dan segera melaporkan kejadian kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng., mengonfirmasi peristiwa tersebut saat dihubungi faktantb di lokasi kejadian. Ia segera menerjunkan Regu 1 dengan satu armada pemadam, dipimpin langsung oleh Kadis Damkar didampingi Komandan Regu 1 Ardi Supian dan Pinru Lukman Hakim.

Kabar foto : Pihak Damkar dan Pihak PLN dengan cepat terjun kelokasi 

“Atas laporan masyarakat terkait kebakaran di lahan kosong tepat di samping Masjid Nur Ilahi, kami segera turun ke lokasi,” ungkap Pipin.

 

Pipin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca yang kering saat ini. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, termasuk kebiasaan membuka lahan untuk tanam dengan cara dibakar.

 

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi saat ini banyak yang hendak menanam jagung lalu membakar lahannya — hal itu sebenarnya tidak dibenarkan,” tegasnya.

 

Pipin juga mengingatkan agar warga tidak menunda melapor jika melihat api:

 

“Kalau ada kejadian, segera hubungi Damkar. Biar kami bertindak cepat sejak api masih kecil, tidak sampai merambat ke pemukiman. Jangan tunggu terlambat, kami siap menerima laporan kapan saja.”

 

Berkat penanganan cepat tim Damkar, api berhasil dipadamkan dan tidak menyebar ke bangunan masjid maupun rumah warga sekitar. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan dari bahaya kebakaran.(FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *